بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم "Assalamualaikum.Wr.Wb Selamat Datang di Blog Ulun" Blog Mengenai Kota Pangkalan Bun

Rabu, 25 Juli 2012

Produksi Ikan Kering

Sore-sore dibulan ramadhan ini kita lanjut posting aja yu, terakhir kemaren ulun sedikit membahas tentang potensi rumput laut di kabupaten Kotawaringin Barat(KOBAR), kali ini ulun juga mau membahas tentang potensi lainnya di pantai pesisir KOBAR, yakni Ikan Kering. Ikan kering ini menjadi salah satu makanan pavorit masyarakat pesisir sobat termasuk di KOBAR ini, namun karena rasanya yang gurih mukin ya hampir disetiap daerah dan tempat sudah banyak ditemukan yang namanya Ikan Kering tidak hanya dipesisir aja ne, ditempat ulun si Ikan kering ini juga sering disebut ikan asin, mungkin karena rasanya yang asin kali ya, ada juga yang menyebutnya ikan garih, hah apapun namanya ini ikan tetap enak sobat..:)

Di KOBAR produksi ikan kering cukup berpotensi besar untuk meraup keuntungan, seperti yang dilakukan oleh masyarakat pesisir KOBAR, ketika berkunjung kepesisir KOBAR seperti dermaga diteluk kumai, pantai kubu dan pantai-pantai lainnya pasti sobat ulun akan mencium bau yang menyengat khas pesisir, termasuk bau dari pembuatan ikan kering tersebut. Ikan kering ini memiliki nilai jual yang bagus, seperti ikan kering telang yang ada di Dermaga Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) kumai harga ikan telang basah hanya berkisaran Rp 8.000 per Kilogram setelah dibuat menjadi ikan kering harga ikan kering telang tersebut bisa mencapai harga Rp 18.000 - 20.000 per kilogramnya, cukup memberikan keuntungan kan sobat. Banyak jenis-jenis ikan kering lainnya dengan harga-harga yg menguntungkan juga nih seperti ikan kering lais (Rp 40.000 - Rp 60.000 / Kg), ikan kering haruan(gabus) berkisar Rp 25.000 - Rp 40.000 / Kg, ikan kering tauman Rp 35.000/Kg, ikan kering tapah Rp 35.000/Kg, ikan kering sepat Rp 40.000/Kg dan banyak lagi ikan kering lainnya.

Belum lagi pasaran ikan kering sudah mulai meluas, tidak hanya didaerah Kumai, Pangkalan Bun dan sekitarnya saja tapi sudah mencapai luar daerah seperti Kota Palangka Raya, Banjarmasin (Kalsel).Wew lumayan menguntungkan bukan usaha ikan kering di kobar.

Mungkin cukup sekian dulu sobat ulun pembahasan mengenai ikan kering, kita akan lanjutkan lagi nanti pembahasan mengenai potensi lainnya yang ada di KOBAR, wasalam..:)
Jangan lupa ya klik tombol facebook dibawah ini untuk berbagi dengan sobat ulun lainnya.

emoticonTolong dibaca terlebih dahulu !

Anda sedang membaca artikel tentang Produksi Ikan Kering Bagi Anda pembaca blog dakobar.blogspot.com bisa menyebarluaskan atau mengcopy paste jika artikel Produksi Ikan Kering ini sangat bermanfaat, namun jangan lupa meletakan link postingan Produksi Ikan Kering sebagai sumbernya, berikut link posting bentuk html-nya :
Keterangan : Letakan kode diatas dibawah postingan Anda

Senin, 23 Juli 2012

Potensi Rumput Laut di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kalteng)

Lagi-lagi pantai teluk bogam, selamat pagi pekawalan da kobar kameren kita sudah bahas mengenai tempat bersantai di Pangkalan Bun, nah dipagi ini ulun mau mengulas mengenai potensi lain dari pantai pesisir kabupaten Kotawaringin Barat ni, langsung saja ya, selain memiliki keuntungan dari sektor wisata pantai kabupeten kotawaringin barat memiliki keuntungan lainnya dari pantai-pantai yang ada diKOBAR, yakni salah satunya budidaya rumput laut lahan pantai yang cukup luas yang ada di kabupeten KOBAR ini dengan air yang cukup tenang membuat tanaman rumput laut dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, tidak salah jika pemerintah provinsi Kalimantan Tengah sangat mendukung program pengembangan budidaya rumput laut dikabupaten Kotawaringin Barat (KOBAR).

Kurang lebih 500Ha luas lahan pengembangan budidaya rumput laut di kabupaten KOBAR, yang tersebar di dua kecamatan yakni kecamatan kumai dan arut selatan, dan terbagi lagi dalam dua wilayah yakni wilayah barat dan timur, di wilayah barat terdiri dari desa Kubu, desa Bakau, desa Teluk Bogam, desa Keraya dan desa Sebuai sedangkan diwilayah timur terdiri dari desa teluk Pulai dan desa sungai Cabang Timur.


Panen Perdana Bersama Gubernur Kalteng

Program pengembangan budidaya rumput laut dikobar ini sudah dirintis sejak 2001 dan dikembangakan di tahun 2003 dan tentunya melewati beberapa kegagalan, namun berkat dukungan pemprov dan pemda serta semangat para petani akhirnya pembudidayaan rumput laut ini membuahkan hasil, dengan panen perdana pada tahun 2010 yang dihadiri langsung oleh Gubernur Kalimantan Tengah (A. Teras Narang),Bupati Kotawaringin Barat (Ujang Iskandar) dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Tengah (Darmawan).Pengembangan rumput laut dapat memberi keuntungan dari segi ekonomi maupun segi keindahan laut itu sendiri sehingga dapat menjaga kelestarian sumber daya hayati peraiaran, nahh kalau seperti ini ulun sangat mendukung selain tetap menjaga kelestarian lingkungan juga memberikan banyak keuntungan seperti berkurangnya jumlah pengangguran,membuka lapangan pekerjaan, meningkatnya pendapatan masyarakat, dan bertambahnya pendapatan asli daerah yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat apalagi ulun dengar pengembangan budidaya rumput laut ini hanya menggunakan teknologi yang murah dan sederhana namun permintaan pasar cukup tinggi. wow, mantap dah..:D

Jika potensi-potensi lain yang ada dikobar terus dikembangkan seperti halnya budidaya rumput laut ini ulun yakin dah perekonomian di KOBAR dapat semakin berkembang dan membuat kabupaten KOBAR semakin maju lagi, Amin. Nah mungkin cukup sekian pembahasan mengenai budidaya rumput laut dan tetap ditunggu ya potensi lain yang ada di KOBAR, wasalam..:)
Jangan lupa ya klik tombol facebook dibawah ini untuk berbagi dengan pekawalan blog ulun lainnya.      
emoticonTolong dibaca terlebih dahulu !

Anda sedang membaca artikel tentang Potensi Rumput Laut di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kalteng) Bagi Anda pembaca blog dakobar.blogspot.com bisa menyebarluaskan atau mengcopy paste jika artikel Potensi Rumput Laut di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kalteng) ini sangat bermanfaat, namun jangan lupa meletakan link postingan Potensi Rumput Laut di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kalteng) sebagai sumbernya, berikut link posting bentuk html-nya :
Keterangan : Letakan kode diatas dibawah postingan Anda

Minggu, 22 Juli 2012

Bundaran Pangkalan Lima

Menikmati pagi hari dibulan suci ramadhan ini kita lanjut aja yoo mengenai tempat bersantai diKota Pangkalan Bun, :) selamat pagi pekawalan da kobar,sebelumnya kita udah membahas ni tempat bersantai di Jembatan Kampung Baru, nahh tempat bersantai diKota Pangkalan Bun kali ini agak jauhan ni, yakni bundaran Pangkalan Lima yang terletak di jalan Ahmad Yani kilometer 8 Pangkalan Bun, tempat ini juga menjadi tempat bersantai warga Pangkalan Bun ne sobat walau tidak seramai Bundaran Pancasila dan Pangkalan Bun Park ni tapi tempat ini juga menjadi tempat bersantai yang menarik dimana bundaran ini merupakan bundaran terbesar di Kota Pangkalan Bun karena memiliki diameter yang cukup besar, yang ulun pernah tau sih katanya memiliki diameter 90 meter, yang menjadikan bundaran terbesar kedua di Kalimantan Tengah setelah bundaran Besar Palangka Raya, tapi ulun belum pernah ngukur juga sih diameter ne bundaran,,hhe



Relief di sisi-sisi Tugu Bundaran


Sebenarnya Bundaran ini juga memiliki potensi wisata sih, namun yang ulun liat masih sangat minim perhatian dari pemerintah KOBAR ni, Padahal bundaran ini menjadi jalan lintas antar kota dari kota pangkalan bun menuju kota Kasongan, Sampit, Palangka Raya dan sekitarnya. Dibundaran ini juga terdapat tugu ditengahnya yang dan disisi-sisi tugu dikelilingi relief tentang sejarah berdirinya Kabupaten Kotawaringin Barat, didalam tugu tersebut juga terdapat ruangan dimana para pengunjung bisa masuk dan melihat pemandangan yang asri dari tugu bundaran simpang lima tersebut, emm memang berpotensi untuk tempat berwisata dan bersantai dah sobat ulun, ya tapi karena minimnya perhatian pada tempat ini menyebabkan kurang banyak dikunjungi, padahal selain itu dibundaran ini juga terdapat taman sekitar tugunya dilengkapi dengan 4 gajebo(tempat santai) disudutnya, dan tidak hanya itu saja sobat disekitar bundaran ini juga terdapat masjid,pura, dan wihara yang berdekatan,tinggal dibangun sebuah gereja ditempat itu sudah menggambarkan bundaran yang bernuansa pancasila banget. Wah coba saja pemerintah lebih cermat menlihat tempat ini, bakal jadi objek wisata yang menarik dah.

Pura di sekitar bundaran

Yah kita doain saja semoga pemerintah kedepannya bisa memberi perhatian lebih pada tempat ini sobat, biar makin banyak ni objek wisata di Pangkalan Bun, hha nah mungkin cukup sekian dulu mengenai tempat bersantai di Pangkalan Bun yakni Bundaran Pangkalan Lima, Wasalam..:)
Jangan lupa klik tombol facebook dibawah ini ya, untuk berbagi dengan pekawalan blog ulun lainnya. 
emoticonTolong dibaca terlebih dahulu !

Anda sedang membaca artikel tentang Bundaran Pangkalan Lima Bagi Anda pembaca blog dakobar.blogspot.com bisa menyebarluaskan atau mengcopy paste jika artikel Bundaran Pangkalan Lima ini sangat bermanfaat, namun jangan lupa meletakan link postingan Bundaran Pangkalan Lima sebagai sumbernya, berikut link posting bentuk html-nya :
Keterangan : Letakan kode diatas dibawah postingan Anda
اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ "Terima Kasih Atas Kunjungan Anda di Blog Ulun"
Share